Facebook Ku

18 Juli 2009

Melawi dalam Koridor Budaya

Melawi dalam koridor budaya, sebuah judul yang tidak begitu muluk untuk postingan ini. mengingat melawi juga merupakan sebuah daerah dengan tingkat kebudayaan masyarakatnya yang cukup tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dengan beragamnya kebudayaan yang ada di daerah kabupaten Melawi.

Dalam seni tari misalnya, melawi memiliki beberapa sangar yang sudah memiliki jam terbang yang cukup tinggi, seperti sanggar seluang dan masih adalagi sanggar seni yang lainnya. Dalam seni tari Melawi pernah melakukan pementasan di Taman Mini Indonesia Indah, bahkan di Malaysia, Melawi juga pernah memberikan konstribusi dalam kegiatan yang kalau tidak salah Visit Malaysia 2007. Pada saat itu melawi menyumbangkan dua jenis tari dari dua kebudayan yang berbeda yaitu Kebudayaan Melayu dan Dayak.

Dalam seni Musik, sudah banyak musik-musik karya seniman Melawi yang sangat terkenal, setidaknya di daerah Melawi. misalnya, lagu Pantun Melawi dan Kidung Melawi yang dinyayikan oleh saudari Lia, salah seorang artis dari Desa Paal Nanga pinoh. dan masih banyak lagi kesenian-kesenian daerah Melawiyang memiliki nilai budaya yang sangat tinggi.

Dari seorang teman, saya juga mendengar kabar bahwa lagu-lagu karya Pak Ahmadin seniman dari Desa Ella Hulu kecamatan menukung juga akan direkam dan dibuat videonya dalam waktu dekat ini. Selamat Buat Pak Ahmadin, semoga selalu bisa berkarya demi Melawi tercinta.

Jika saudara semua ingin melihat atau mendownload video Pantun Melawi dan Kidung Melawi yang dinyayikan oleh saudari LIa bisa di download di Youtube, cari dengan nama Melawi, insayaallah akan nampak diurutan paling atas, atau download disini untuk lagu Kidung Melawi dan disini untuk lagu Melawi

Sekian dulu postingan ini, semoga bisa membantu mempromosikan kebudayaan daerah Melawi, karena salah satu misi dari Blog ini adalah memperkenalkan berbagai kebuadayaan melawi di nusantara dan dunia.

Buat anda yang punya koleksi lagu-lagu melawi dan ingin diperkenalkkan di dunia internet, bisa menghubungi saya.



By Erman

Penempatan Guru Baru Masih diperdebatkan

NANGA PINOH. Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan serta elemen yang konsen dengan pendidik, selalu menyatakan Melawi kekurangan guru terutama di daerah pedalaman. Namun begitu, penerimaan guru PNS formasi 2008 masih ditempatkan di Nanga Pinoh. Sementara di Nanga Pinoh sendiri guru sudah berlebihan. Katanya Melawi kekurangan guru di daerah pedalaman. Namun begitu, masih ada guru baru yang ditempatkan di Nanga Pinoh seperti di SDN 9 Nanga Pinoh. Bahkan ada guru yang telah ditempatkan di Manggala, namun saat ini sudah tidak ada lagi di daerah itu, ungkap Wakil Ketua DPRD Melawi, Drs Kluisen, ditemui kemarin. Dijelaskannya, bagaimana mungkin bisa menyelesaikan masalah kekurangan guru di daerah pedalaman, jika ada guru yang minta pindah langsung disetujui. Sementara untuk menyelesaikan masalah ini ada di tangan penentu kebijakan. Jika ada yang pindah kemudian direstui, maka di masa mendatang jangan sampai ada keluhan kekurangan guru di daerah pedalaman. Dalam hal ini bupati harus tegas. Jangan sampai menerima pengajuan permintaan pindah. Semuanya ada di tangan Bupati. Dinas pendidikan dan BKD juga harus tegas. Jangan sampai mau diatur guru yang suka mengambil keuntungan, ulasnya. Adanya memberi restu pada guru yang minta pindah ini, jelas Kluisen, sama halnya menurunkan citra Pemkab Melawi di hadapan guru dan masyarakat Melawi. Guru akan beranggapan, segalanya bisa diatur di Melawi, walau melanggar aturan. Kluisen menegaskan, penempatan guru dan pegawai kesehatan serta pegawai lainnya formasi 2008 harus sesuai dengan rencana awal. Rencana awal guru dan pegawai kesehatan yang di rekrutmen, ditempatkan di daerah pedalaman Melawi. Saat rekrutmen dulu ada melampirkan tempat penugasan. Seharusnya komitmen itu jangan sampai dilanggar. Harus dijalankan guna mengatasi masalah kekurangan guru di Melawi, tegasnya. Kluisen meminta agar Bupati bertindak tegas, terhadap guru yang tidak mau ditempatkan. Bisa saja pegawai yang tidak mau di tempatkan di daerah pedalaman ini dipecat. Sebab, masih banyak orang yang mau mengabdi, walau ditempatkan di daerah pedalaman. Masuknya orang-orang yang hanya menjadikan Melawi sebagai bantu loncatan ini, menghalangi mereka yang benar-benar ingin mengabdi menjadi PNS. Sementara yang dibutuhkan di Melawi adalah guru yang mau mengabdi di daerah pedalaman, pungkasnya.(aji)
Sumber: http://equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=11068

By Erman
Melawi Raya © 2008 Template by:
SkinCorner