PEMBELAJARAN TERPADU
I. PENDAHULUAN
Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep pembelajaran bukanlah hal yang baru. Sejak lama, secara tidak disadari guru telah mempraktikan konsep tersebut, hanya saja pada umumnya mereka tidak tahu bahwa yang mereka kerjakan itu bernama pembelajaran terpadu.
Sejak lama kita mengetahui bahwa pendidikan ditaman kanak-kanak selalu menggunakan tema sehingga disebut pembelajaran tematik atau para guru di sd bertahun-tahun mengenl istialh pembelajaran unit. Yang sebenarnya, kedua istilah tersebut merupakan pembelajaran terpadu. Pemebelajaran terpadu menjadi kuat karena didukung oleh banyaknya hasil studi komparasi yag telah dilakukan terutamma di Negara barat sehingga pemebelajaran terpadu sebagai suatu konsep yang kokoh dianggap sebagai suatu terobosan atau pembaharuan dalam pemebelajaran.
Upaya pencarian bentuk-bentuk baru untuk memperbaharui penyajian kurikulum inti sudah dilakukan bertahun-tahun yang lalu seirig dengan perkembangan ilmu psiklogi, pendidikan dan budaya. Yang paling kuat adalah pada saat munculnya pergerakan pendidikan progresif pada tahun 1930-an dimana pandagan pendidikan mengarah pada siswa sebagai pusat pembelajaran maka konsep pendidikan yang menggunakan pendekatan terpadu mulai menguat dengan menggunakan nama kurikulum inti. Dengan dukungan dari berbagai studi perbandingan yang dilakukan untuk melihat sejauh mana efektifitas pendekatan terpadu ini maka dari tahun ketahun konsep kurikulum semakin kuat dan dapat diterima dikalangan pendidikan. Dengan pendekatan terpadu kurikulum ini dirancang dapat mengakomodsai kebutuhan siswa, mengatasi masalah social diatara siswa dikelas dan juga memantapkan penguasaan materi pembelajaran.
II. PEMBAHASAN
A. Hakekat pembelajaran terpadu
Secara terminology atau istilah pembelajaran terpadu, banyak istilah yang digunakan untuk memadukan materi yang spesifik misalnya keterampilan menulis atau berfikir di antra kurikulum. Lalu, ada istilah pendekatan topic-topik dalam mata pelajran dimana memadukan berbagai pokus dari satu mata pelajran misalnya keterpaduan program matematika. Istilah yang lain adalah pendekatan interdisipliner bidang studi, pendekatan tematik dan pendekatan holistic.
Upaya mencari bentuk-bentuk baru untuk memeperbaharui penyajian kurikulum inti sudah dilakukan bertahun-tahun yang lalu seiring dengan perkembangan ilmu psikologi, pendidikan, dan kebudayaan. Yang paling kuat kelihatannya ialah, pada saat munculnya pergerakan pendidikan progresif pada tahun 1930-an, dimana pandangan pendidikan berubah mengarah kepada siswa sebagai pusat pembelajaran, maka pendidikan yang menggunakan pendekatan terpadu mulai menguat dengan menggunakan nama kurikulum inti. Dengan pendektan terpadu, kurikulum yang dirancang dapat mengakomodasi kebutuhan siswa, mengatasi masalah social diantara para siswa di kelas, dan juga mematapkan penguasaan materi pelajaran (Vars, 1991).
Seperti yang diuraikan Nasution (1982), pendebatan antara pendukung dan yang pesimis terhadap pengajaran terpadu dapat dikontraskan sebagai berikut:
| Yang Keberatan | Yang mendukung |
| 1. Kebayakan guru yang ada tidak terlatih/dididik untuk melaksanakan pembelajran terpadu 2. Proses pembelajan tidak bisa diorganisasikan secara sistematis 3. Memberatkan tugas guru 4. Siswa yang muda belum bias diajak untuk menentukan arah pembelajaran 5. Fasilitas pada umumnya tidak menunjang 6. Tidak sesuai dengan system ujian umum. | 1. Suatu pembaharuan memerlukan perjuangan dan harus tepat dimulai oleh guru. 2. Pembelajran terpadu tidak bersifat memkasa dan kaku, bisa dengan berbagai sumber 3. Guru bias menjadi lebih dinamis 4. System ujian tidak selayaknya menghambat suatu pembaharuan 5. Guru memang tetap sebagai pengambil keputusan dalam menentukan tujuan pembelajaran 6. Menggunakan bahan/alat pembelajran yang sederhana. |
Alasan –alasan yang mendasari penggunaan pembelajaran terpadu karena berdasarkan berbagai studi, menunjukan bahwa pembelajaran terpadu :
1. Sesuai dengan cara pandang siswa dalam memperhatikan atau mempelajari aspek kehidupan ;
2. Pembejaran terpadu memungkinkan untuk melihat keterkaitan dan hubungan dari setiap mata pelajaran yang bisa jadi memang berdekatan ;
3. Dapat memfasilitas irama proses belajar siswa, sehingga gaya dan tingkatan proses belajar siswa tidak selalu dihambat dengan adanya mata pelajaran yang secara konstan selalu berganti;
4. Siswa mendapat kesempatan untuk mengikuti lingkaran proses belajar mereka sendiri.
B. Model-model pembelajaran terpadu
Secara konseptual, perjalanan perkembangan model-model pembelajaran terpadu merupakan beberapa bagian dari sepuluh titik dari garis kontinum sebuah tahapan kurikulum. Berawal bentuk kurikulum tradisional, dimana seluruh mata pelajaran merupakan bidang yang dipelajari secara terpisah-pisah, kemudian dengan perkembangan studi komparasi yang terus dilakukan, akhirnya ditemukan model-model kurikulum yang berorientasi pada pembelajaran yang sangat terpadu. Berikut ini akan dijelaskan perjalanan kesepuluh titik tahapan perkemnbangan kurikulum yang mengarah hingga menjadi model pembelajaran terpadu yang sangat rumit yang disusun oleh Jacobs (1993).
1. Model kurikulum yang berorientasi pada satuan mata pelajaran yang terpisah-pisah.
Didalam bentuk kurikulum yang berorientasi kepada mata pelajaran yang terpisah-pisah tersebut, sudah ada tiga bentuk pembelajaran terpadu, walaupun masih sederhana. Perjalanan kurikilum terpadu berangkat dari pembelajaran :
a. model penggalan atau fragmen atau fragmented model.
b. model terkait atau ada yang menyebut model keterhubungan (connected model)
c. Model sarang (nested model)
2. Model kurikulum yang berorientasi pada lintasan beberapa mata pelajaran.
Dalam model kurikulum ini, terdapar tiga model pembelajaran terpadu :
a. Model urutan atau sequenced model.
b. Model pembelajaran terpadu berbagi atau shared model.
c. Model pembelajaran terjala atau jarring laba-laba ( webbed model )
d. Model untaian ( threadead model )
e. Model integrated model
3. Model kurikulum yang berorientasi pada siswa
a. Model terlebur (immersed model )
b. Model jaringan kerja ( networked model )
C. Aplikasi pembelajaran terpadu
1. Ilustrasi I
Perhatikan satuan pembelajaran terpadu dari salah satu seorang guru SD berikut ini:
Mata pelajaran : Bahasa Indonesia
Pokok bahasan : membaca dan waktu
Sb. Pk Bahasan : membaca permulaan dan penulisan waktu
Kelas/ cara : 4/ II
Waktu : 1 x pertemuan ( 1 x 40 menit)
I. Tujuan :
A. Tujuan pembelajaran umum:
Memahami keuntungannya dan menghargai dan disiplin waktu dalam kehidupan sehari-hari.
B. Tujuan pembelajaran khusus:
Dengan melalui menyimak buku sumber, berdiskusi, Tanya jawab, arahan dari guru siswa dapat:
Ø Menyebutka judul wacana dengan tepat
Ø Menafsirkan isi bacaan
Ø membuat jadwal kegiatan
Ø cara penulisan jarak waktu dengan benar.
II. Materi pembelajaran:
A. Pokok materi
Ø Membaca pemehamaan judul “ disiplin yang menyenangkan”
Ø Cara penulisan waktu
B. Media dan sumber
Ø GBPP SD tahun 19994
Ø Buku paket lancar berbahasa Indonesia halaman 24-29
Ø Buku paket matematika 4 materi berhitung halaman 65-66
III. Kegiatan pembelajaran
A. Metode
Ø Ceramah
Ø Diskusi
Ø Tanya jawab
Ø Pemberian tugas
B. Langkah-langkah pembelajaran
1. Kegiatan awal :
Ø Menjelaskan tentang pembelajaran yang akan disampaikan
Ø Mengadakan Tanya jawab mengenal aturan-aturan waktu di sekolah sebagai apersepsi
2. Kegiatan inti
Ø Mengawasi siswa untuk membaca wacana dalam hati kemudian:
Ø Mendiskusikan isi bacaan
Ø Mencatat kata-kata sukar
Ø Menafsirkan isi bacaan
3. Kegiatan akhir
Ø Mengadakan Tanya jawab mengenai kata
Sukar
Ø Member tugas PR untuk membuat jadwal kegiatan 1 hari penuh dengan menggunakan cara penulisan waktu yang tepat.
IV. Penilaian/ Evaluasi
A. Prosedur penilaian
1. Tes awal
2. Tes akhir
B. Jenis penilaian
1. Tes awal disampaikan secara lisan
2. Tes akhir disampaikan secara tertulis
C. Alat penilaian
1.1. Sebutkan pukul berapakah kita masuk sekolah?
2. pukul berapa kita istirahat?
3. berapa jam kita berada disekolah ?
1.2. Buatlah daftar pelajaran hari ini, gunakan cara penulisan waktu dengan benar.
Ingat 1 jam pelajaran = 40 menit
KUNCI JAWABAN
1.1. Pukul 07.00
2. 09.00
3. 07.00-12.20
3.1. Jawaban relatif
By Erman







2 komentar:
informasi yg sangat bernilai sekali, trim's :-)
Bisa tolong jelaskan lebih dalam tentang model shared, bagaimana penerapannya dalam kelas?
Jika berkenan hana_387@yahoo.com
Poskan Komentar
Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, mudah-mudahan bermanfaat. Jangan lupa berkomentar ya.